ARTIKEL PEMANFAATAN PERPUSTAKAAN DIGITAL (E-LIBRARY)

Oleh Dian Bela Fitri Utami

http://3.bp.blogspot.com/-7dbOs-gziwU/Vjq9p7QkT4I/AAAAAAAAAGM/MkUbT96LhVE/s1600/perpustakaan-digital.jpg


 

Tantangan baru teknologi informasi khususnya untuk para penyedia informasi adalah bagaimana menyalurkan informasi dengan akurat dan tepat. Perpustakaan sebagai salah satu penyedia informasi yang keberadaannya sangat penting didunia informasi. Dalam penyampaian informasi tersebut perlu ada perpaduan dari jaringan komputer, komunikasi, data dan interaksi dengan pengguna lainnya. Sehingga muncul lah suatu sarana pembelajaran Digital Library, yang merupakan sarana pembelajaran dan dibangun untuk mempermudah mahasiswa untuk meminjam atau memilih buku sesuai dengan judul buku yang diinginkan. Dengan kata lain, digital library bisa disebut juga perpustakaan yang menyimpan data buku (tulisan), judul buku, gambar, suara dalam bentuk file elektronik dan mendistribusikannya dengan menggunakan protokol elektronik melalui jaringan komputer dengan cara mengakses suatu alamat situs tertentu sehingga dapat memperoleh bermacam-macam judul dan juga bisa mengetahui informasi koleksi buku yang update.

Jika dilihat dari dimensi sosial, dapat kita analisis dari beberapa segi, yaitu apakah perpustakaan digital ini benar-benar dibutuhkan, bagaimana produk teknologi pendidikan tersebut dapat membuat hidup lebih baik, dan apakah teknologi tersebut dapat diterima oleh orang yang menggunakannya. Analisis tersebut akan dijelaskan sebagai berikut:  Salah satu manfaat terbesar dengan adanya e-library adalah mewadahi misi pembelajaran formal, informal dan profesional secara bersama-sama (Marchionini, G and Maurer, H, 1995).  

E-library berperan dalam pembelajaran formal dengan menyediakan bermacam pengetahuan yang lebih banyak memberikan materi dalam bentuk media (multimedia,simulation). Di sisi lain, e-library juga mengakomodasi pembelajaran profesional, yang condong kepada pembelajaran orang dewasa dengan menyediakan kesempatan yang luas dalam pengembangan pengetahuan dan keahlian yang berkaitan dengan profesionalisme pekerjaan mereka. Salah satu peluang strategis yang diberikan oleh e-library adalah pengembangan pembelajaran informal. E-library memberikan kesempatan kepada setiap orang yang ingin mengembangkan pengetahuannya, tanpa terbatas ruang dan waktu. Dalam pembelajaran informal, keuntungan yang tejadi dalam pembelajaran formal (di kelas) juga akan diperoleh oleh setiap individu dalam usaha pembelajaran pribadinya. Kemudian, dalam menghadapi era globalisasi, informasi menjadi sangat penting dalam mendorong pertumbuhan sosial ekonomi masyarakat, sehingga mengharuskan perubahan paradigma dan kinerja pada pusat-pusat atau sumber informasi. Apakah secara sosial adanya perpustakaan digital dapat diterima oleh pengguna perpustakaan, oleh karena itu, sebelum adanya program perpustakaan digital dijalankan sebaiknya ada program sosialisasi, seperti yang di jelaskan dalam Teori konsensus. Analisa aspek sosial ini juga dapat menyangkut aspek hukum. Seperti yang terdapat dalam teori tindakan, kita harus tetap menjunjung tinggi hukum, terutama yang menyangkut Undang-Undang Hak Cipta, misalnya kita tidak diperkenankan dengan bebas me”scan” buku-buku yang dimiliki oleh perpustakaan untuk selanjutnya kita masukkan dalam database tanpa seijin pemilik hak ciptannya.  

Kelebihan penggunaan perpustakaan digital yaitu : (1) tidak dibatasi ruang dan waktu, (2) penggunaan informasi lebih efisien, (3) lebih akurat, (4) keaslian dokumen terjamin, (5) jaringan perpustakaan yang lebih luas, (6) biaya pengadaan koleksi dan pemeliharaan menjadi lebih murah dan efiseien.

Kekurangan Digital Library jika dilihat dari perpektif sosial yaitu : (1) kurang adanya interaksi langsung antar sesama, baik  anggota perpustakaan, maupun pihak-pihak lain karena tidak terdapat struktur sosial yang tertanam di dalam hubungan antar anggota, (2)  mengharuskan untuk mengkoneksikannya dengan internet, (3) pengguna masih banyak yang lebih menyukai membaca teks tercetak dari pada membaca teks elektronik, (4) proses digitalisasi dokumen membutuhkan waktu yang tidak cepat, (5) jika terjadi pemadaman listrik, digital library yang tidak dilengkapi dengan jenset atau UPS tidak dapat beroperasi seperti sebagaimana layaknya digital library.

Keberadaan e-library semakin melengkapi dan memperkaya perpustakaan tradisional. Keduanya tidak dipisahkan, bahkan harus berkoalisi untuk melengkapi satu sama lain, sehingga muncul paduan yang mempunyai keunggulan dalam menyediakan layanan kepada pengguna dalam tingkat yang lebih tinggi . (Mcmillan, 1999)

 

Daftar Pustaka

Mcmillan, G.1999. Digital Libraries Support Distributed Education Or Put The Library In Digital Library (http://www.scholar.lib.vt.edu/staff/gailmac/psentations/ACRL99.pdf.) Di unduh pada tanggal 15 Juni 2015

 

Marchionini, Gary and Maurer, Hermann. 1995. The Roles of Digital Libraries in Teaching and Learning.

Communication of the ACM.Vol. 38 No. 4 page 67-75.

Andayani, Sri. Peran Strategis e-Library dalam Pembangunan Infrastruktur Intelektual. Yogyakarta

 

Sumber : http://dianbela17.blogspot.com/2015/11/artikel-pemanfaatan-perpustakaan.html